Dari beberapa kisah dan pengalaman yang saya dapatkan dari cerita langsung dan tulisan di media cetak atau elektronik, saya melihat bahwa :


"Perempuan, jika tidak dibekali dengan pengetahuan seks dan pengetahuan agama yang cukup, meskipun perempuan itu pendiam, lugu, dan anti-seks bebas (awalnya), maka bukanlah hal mustahil jika suatu saat pada kondisi yang memungkinkan, PERILAKU YANG TIDAK SEWAJARNYA ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN akan dapat terjadi".

 Mengapa ?

Secara psikologi,  
Sejak lahir, anak perempuan lebih peka akan sentuhan. Setelah dewasa, kulit wanita sekurang-kurangnya sepuluh kali lebih peka daripada kulit pria. Bahkan, kulit perempuan yang kepekaannya paling rendah pun masih lebih peka ketimbang kulit laki-laki yang kepekaannya paling tinggi. Kepekaan wanita itu terwujud lantaran kulitnya yang lebih tipis, sehingga syaraf-syaraf di balik kulitnya bisa berfungsi dengan lebih optimal.

Karenanya, tidaklah aneh bahwa wanita sangat senang menyentuh teman mereka yang sesama jenis di samping suka menyentuh anak-anak. Perempuan lebih sering menyentuh teman bicaranya yang sesama wanita daripada pria menyentuh teman bicaranya yang sesama lelaki.

Awas! Walau senang disentuh, cewek membenci sentuhan yang sudah tergolong mengganggu sekali. Masalahnya, gimana ngebedain mana sentuhan yang simpatik dan mana sentuhan yang mengganggu? 

Nah, perempuan lebih mudah tertarik dengan sentuhan, perhatian dan biasanya akan lebih bergairah dengan orang yang benar-benar memiliki ikatan emosi dengannya. Sedangkan Libido lelaki lebih mudah meletup oleh daya tarik atau rangsangan fisik. Dan pada dasarnya memang LIBIDO SEKS PEREMPUAN, menurut bbrp pakar, ternyata lebih besar drpada laki-laki.

ITULAH MENGAPA, meski awalnya perempuan sebenarnya risih dan dalam pikirannya menolak utk disentuh (apalagi diraba), jika emosinya sudah diikat dengan perasaan cinta, rasa suka sama suka, rasa tanggungjawab bersama, maka "PERMISIVENESS" (keacuhan) bisa timbul pada perempuan. 
Apa itu permissiveness? sederhananya adalah kondisi dimana "PEREMPUAN SUDAH TIDAK BERMASALAH JIKA DISENTUH-oke..oke aja kalau dicium-dipegang,dll, mulai dari yang sederhana sampai pada sentuhan erotis yang dapat mengarah pada seks bebas (bisa ciuman, seks wilayah dada, dll), karena mereka pikir itu merupakan ungkapan cinta dari sang lelaki. Padahal ? Anda tahu sendiri jawabannya.

Jadi, jangan heran, jika perempuan yang baru pertamakali pacaran (atau beberapa kali), diperlakukan oleh lawan jenisnya dengan sentuhan  yang memang belum pernah dirasakannya selama ini (atau selama dia pacaran), maka lelaki tersebut akan dipandang begitu spesial dihatinya sehingga yang awalnya nggak mau dicium akhirnya mau juga dicium (dengan dalih "kita punya kesepakatan kalo kita memang sama-sama suka").  Dan sebenarnya, sekarang pun, dengan ILMU-ILMU KOMUNIKASI, ILMU HYPNOSIS (lebih dikenal dengan hipnotis), ilmu psikologi yang gue dapet dari buku-buku yang gue baca yang tujuannya adalah untuk penunjang skill mengajar (mendidik), public speaking, dan membangun relasi saya, gue bisa, DENGAN MENGUCAPKAN "YAKIN" (nggak pake insya Allah, karena kayaknya Tuhan nggak bakal ngijinin.hehe),  melakukan pacaran biasa atau pacaran plus-plus kepada wanita yang gue suke. TAPI. . .buat apa juga mamen, itu nggak bikin gue hebat, nggak bikin gue lebih kuat, yang ada nambahin dosa. AMPUN DAH. GUE JADI KHAWATIR SAMA TEMEN-TEMEN PEREMPUAN GUE ATAU ADIK-ADIK GUE YANG PEREMPUAN. ATI-ATI AJA YA sama yang namanya "lelaki". Kalo memang tuh laki benar-benar cinta, tantang buat melamar nikah..ya kalo nggak bisa langsung melamar nikah, setidaknya ia sudah berani bilang sama orangtua kita, ngomongnya gini nih "nyak..babenya (misalnya) Kemala Sari, insya Allah, aye bakalan melamar anaknye enyak ama babe, tapi.. tunggu tanggal mainnye yeh. doain niat aye kesampean".hehe (cerita hanya didramatisir dan tidak perlu dipermasalahkan jika ada sesuatu yang janggal.hehe) 

==================================================================

Rasa ketertarikan antara laki-laki dan perempuan, secara umum sudah dimulai sejak umur SMP dan SMA.
Remaja usia ini, yang perasaan  dan pola pikirnya masih labil, sangat rentan dengan perbuatan menyimpang jika saja tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang "BAGAIMANA MENGHADAPI PERASAAN/EMOSI YANG MEMANG SUDAH SANGAT BERBEDA dengan waktu kita masih kecil, entah itu CRUSH (kekaguman kepada orang yang lebih tua dari dirinya) atau cinta monyet.  

==================================================

INTINYA, gua ingin mengatakan bahwa perasaan cinta yang diberikan Allah adalah anugrah yang sangat berharga. Maka, jaga dan peliharalah. Jaga kehormatan diri kalian. Setiap jengkal tubuh kalian adalah kehormatan kalian yang mesti kalian jual mahal, bahkan tak terbeli kecuali dengan cinta tulus yang diridhoi Allah.  Kelola perasaan cinta kalian sehingga dengannya kebaikanlah yang ditimbulkan, bukan dendam, bukan iri, bukan dengki, bukan kemungkaran. Lihat tuh banyak status-status facebook yang isinya lebih cocok berada di tempat sampah, bukan di beranda facebook kita. Isinya kalo bukan sakit hati, ngeluh, ya ngomongin orang lain. Aduh, berubah lah anak muda, eh anak mudi (semuanya dah).  
Berhati-hatilah dengan lelaki. Karena saya adalah lelaki dan sedikit banyak tahu dengan kecenderungan manusia yang bernama lelaki. Gue juga banyak kawan yang juga lelaki yang punya cerita-cerita mengerikan tentang hubungan perempuan dan lelaki (nggak usah deh diceritain di sini. NGERI dan TABU!hehe). Loe memang bisa menyangkal jika gue katakan perempuan itu rapuh. Tapi, suka nggak suka, setuju nggak setuju, loe setidaknya pernah merasakan gimana galaunya  jika sudah kecantol ama seseorang atau beberapa orang. Semudah itu. Ingat, nafsu, jika diberi tempat  akan sangat mudah dituruti.

I KNOW YOU'RE SMART, GIRL !!! ^_^  SO, JADILAH WANITA YANG SOLEHA. (aih..aih..ujung-ujungnya ini.hehe).
SEHINGGA PADA SAATNYA, KALIAN SIAP BERSANDING DENGAN IA, PARA PEMUDA-PEMUDA SHALEH. cuit..cuit..hehe

"Perempuan2 yg keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula. . .(Annur, ayat 26)

YANG MENYAYANGI KALIAN.

copast from : Iwaza Ike Wardhana Efroza